KUNJUNGAN KERJA WAKIL PRESIDEN RI KE PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Gubernur Kalimantan Tengah melaporkan bahwa penanganan Karhutla di Kalteng hingga 8 September 2026 masih menghadapi eskalasi tinggi, dengan sekitar 105 ribu hotspot, lebih dari 2.700 kejadian, dan luas terbakar hampir 9.200 hektare, terutama di sejumlah kabupaten/kota. Kondisi kualitas udara pada awal September juga sempat berada pada kategori Berbahaya hingga Sangat Tidak Sehat, sehingga Pemprov Kalteng menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026 dan mengerahkan sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur. Gubernur menyampaikan bahwa penanganan telah mendapat dukungan Pemerintah Pusat berupa personel, armada, peralatan, Operasi Modifikasi Cuaca, dan koordinasi lintas sektor, namun masih menghadapi tantangan berupa sulitnya akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air. Oleh karena itu, Gubernur memohon dukungan Pemerintah Pusat untuk penambahan helikopter water bombing, peralatan pemadaman darat, Dana Siap Pakai BNPB, serta pembangunan sumur bor dan embung, agar penanganan Karhutla dapat dilakukan semakin cepat, kuat, dan terpadu guna melindungi masyarakat serta lingkungan Kalimantan Tengah dari ancaman kebakaran dan kabut asap.
8 0
