ACARA PEGELARAN BUDAYA DAN SEJARAH TUMBANG ANOI
Pagelaran Budaya dan Sejarah Tumbang Anoi menjadi momentum penting untuk mengenang nilai luhur perdamaian, persatuan, dan kearifan budaya masyarakat Dayak yang lahir dari Perjanjian Damai Tumbang Anoi tahun 1894. Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya EMAS DAYAK, atas terselenggaranya kegiatan ini serta menegaskan bahwa Tumbang Anoi merupakan simbol transformasi sosial dan tonggak persaudaraan masyarakat Dayak yang melandasi Filosofi Huma Betang, Belom Bahadat, toleransi, dan musyawarah. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjaga identitas budaya, memperkuat karakter, pola pikir kemajuan, serta terus melestarikan dan mengajarkan sejarah Tumbang Anoi sebagai warisan penting demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin Berkah, Maju, dan Sejahtera.
6 0
